Sahabat hobby berkebun dan juga punya ternak lele? Mungkin metode sistem aquaponik lele patut untuk dicoba, sistem ini yang paling sering diterapkan pada model-model aquaponik. Memanfaatkan salah satu ‘kejelekan’ ikan lele yang terlalu banyak menghasilkan kotoran dan sisa-sisa makanan yang jumlahnya lebih banyak (ini yang menyebabkan kolam lele cepat keruh dan berwarna hijau). Kotoran dan sisa makanan tersebut sehingga bisa dimanfaatkan untuk nutrisi bagi tanaman sayuran.

Aquaponik lele ada beberapa sistem yang dapat Anda gunakan contohnya adalah sistem DFT. Sistem DFT atau Deep Flow Technique adalah teknik instalasi hidroponik yang mengunakan prinsip meletakan akar tanaman pada media yang dialiri air sedalam 3-4 cm dari permukaan.

Untuk penerapan sistem ini bahan utama yang dibutuhkan pipa paralon atau bambu sebagai tempat tanaman. Kemudian letakan net pot atau bekas aqua gelas yang diisi dengan pecahan batu bata atau krikil dan pada bagian atas ditambahkan serabut kelapa maupun sekam bakar .

INTERMEZZO : Cara Budidaya Ikan Lele

Dibutuhkan alat untuk memompa air agar dapat naik dan mengalir ke pipa paralon tersebut, dan yang dibutuhkan mesin pompa air berskala kecil saja. Cukup gunakan pompa air yang biasa digunakan untuk akuarium, mesin pompa ini berguna untuk mengalirkan air pada media tanam dari kolam

Perlu diperhatikan, karena air dari kolam biasanya bercampur kotoran maka berpotensi menyumbat pipa paralon. Ada kotoran, lendir dan sisa makanan ikan yang terangkut naik, perlu untuk memasang filter di sekeliling pompa. Anda dapat menggunakan kawat strimin dengan lubang yang agak kecil supaya tidak mudah tersumbat oleh sampah kotoran. Jadi sebelum air masuk kedalam pipa paralon, air akan tersaring oleh filter tersebut, sehingga aliran dapat perjalan dengan lancar.

INTERMEZZO : Penerapan Teknologi BioFlok Pada Ternak Lele

Dalam pemeliharaan sistem aquaponik lele yang perlu juga diperhatikan adalah kontrol terhadap tanaman. Jika menanam kangkung, setelah dipanen maka tanaman ini akan tumbuh bercabang. Semakin sering dipetik maka akan semakin rimbun pula rumbuhnya karena muncul cabang baru. Harus rutin untuk pengecekan pipa paralon, karena semakin rimbun maka akarnya pun semakin rimbun pula, dan hal itulah yang sering membuat penyumbatan pada pipa paralon.

Sumber : Kabartani

Sahabat ingin mendaptkan info menarik lainnya seputar ternak lele atau seputar peluang usaha, kunjungi selalu blog ini. Bookmark atau simpan alamat blog wetoostudio.com di browser untuk memudahkan datang lagi ke blog ini.