Dilansir dari Republika. Jelang pensiun, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mulai belajar berternak dan berkebun. Ia menyebutkan, lokasi untuk belajar ternak ayam dan berkebun itu ada di daerah Purwakarta, Jawa Barat. Jenderal Gatot beralasan, ia memilih ternak ayam karena pasarnya tidak akan habis. Bahkan, justru mengalami kenaikan. Kegiatan-kegiatannya tersebut pun diakuinya dalam rangka persiapan pensiun.

“Saya mulai belajar berternak sama berkebun. Ayam, ayam petelur di daerah Purwakarta sama teman-teman,” ujar Gatot saat bertemu wartawan usai menjadi tamu undangan pada upacara serah terima jabatan (sertijab) di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Senin (15/1).

“Serius, serius, serius. Ya ini kan persiapan pensiun,” kata dia.

Selain itu, Gatot juga merasa semakin muda. Itu karena setelah dirinya tak lagi menjadi Panglima TNI, Gatot memiliki lebih banyak waktu untuk keluarganya. Gatot pernah mengatakan, takut menggendong cucunya karena masih kecil. Kini, kata dia, cucunya baik dan sehat.

“Baik-baik saja, sehat itu dia hahaha…. Itu (banyak waktu dengan keluarga) lah yang membuat saya semakin muda, rasanya begitu,” ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono memimpin pelaksanaan upacara sertijab tersebut. Letjen TNI Edy Rahmayadi menjadi salah satu pejabat yang mengikuti prosesi tersebut. Edy menyerahkan jabatannya sebagai Pangkostrad kepada Letjen TNI Agus Kriswanto.

Selain jabatan Pangkostrad, sertijab juga meliputi jabatan lain. Jabatan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana dari Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak kepada Mayjen TNI Benny Susianto, Pangdam XII/Tanjungpura dari Mayjen TNI Andika Perkasa kepada Majen TNI Achmad Supriyadi.

Sertijab juga dilakukan terhadap tiga posisi di satuan lembaga pendidikan TNI AD. Dankodiklat TNI AD dari Letjen TNI Agus Kriswanto kepada Mayjen TNI Andika Perkasa, Danseskoad dari Mayjen TNI Dody Usodo Hargo kepada Brigjen TNI Kurnia Dewantara, dan Dansecapaad dari Brigjen TNI Eka Wiharsa kepada Kolonel Inf Urip Wahyudi.

Sumber : Republika