Plastik bekas adalah termasuk limbah dan kecenderungan orang akan membuangnya setelah tidak terpakai. Plastik bekas juga termasuk jenis limbah yang sulit diurai sehingga berdampak akan mengotori lingkungan. Alih-alih membuang sampah plastik tapi justru sebaliknya bagi para pengerajin sampah yang tergabung dalam Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) Yogyakarta. Di tangan mereka, sampah-sampah plastik bisa diubah menjadi berbagai barang kerajinan seperti bross, bunga hias, replika mini berbagai kendaraan, tempat pensil, kantong belanja, hingga tas tangan dengan modal kreatifitas.

Beraneka ragam jenis barang hasil olahan dari limbah plastik karya pengerajin KPSM tersebut dipamerkan di stand Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Indonesia Climate Change Education Forum & Expo 2016 di Assembly Hall Jakarta Convention Center, 14-17 April 2016.

Dengan kreatifitas para pengrajin, maka biasanya tas rajut yang dibuat dengan benang wol tetapi mereka mampu membuatnya dari kantong plastik bekas. Keterampilan dan kreativitas tinggi dari para pengerajin ini membuat tas sama sekali tak tampak terbuat dari kantong plastik bekas.

Berbagai kerajinan hasil mereka walau dibuat dari sampah plastik tetapi jauh dari kesan murahan. Bahkan mungkin kita tak akan menyadari jika tas tangan buatan mereka terbuat dari bahan baku kantong plastik bekas.

Tasnya unik banget. Pembuatnya juga kreatif, bisa ya dari plastik dibentuk jadi tas cantik-cantik gini,” Rizka Tamania salah satu pembeli. Ia dan seorang temannya masing-masing membeli tas tangan kecil berwarna merah tua.

INTERMEZZO : Peluang Usaha Tas Etnik, Tas Handmade

Rizka menambahkan, seandainya saja daur ulang sampah semacam ini juga dilakukan di daerah-daerah lain, pasti sampah-sampah plastik bisa lebih berkurang. Yang dibutuhkan adalah orang-orang yang mau berinisiatif dan menjadi penggerak.

Ketua Jaringan KPSM Hariadi mengatakan, berdirinya KPSM sendiri berawal dari inisiatif warga dusun yang ingin agar limbah plastik diolah menjadi barang yang lebih bermanfaat. Saat ini, KPSM sudah ada di setiap Kabupaten/Kota di Yogyakarta. Diawali dari sistem shodaqoh sampah.

Hariadi menuturkan bahwa sistem shodaqoh sampah hampir serupa dengan bank sampah. Nantinya, sampah yang telah terkumpul akan dipilah dan disalurkan kepada para pengerajin sampah untuk diolah menjadi berbagai kerajinan tangan.

Sumber : Natonal Geographic

Dapatkan informasi ide kreatif lainnya dan informasi peluang usaha yang menarik dari blog Wetoostudio. jangan lupa share artikel ini kepada sahabat lainnya agar lebih bermanfaat.