Panduan Cara Beternak Lele. Tingkat kebutuhan ikan lele sangat tinggi khususnya dikota-kota besar. Sementara pasokan ikan lele masih belum mencukupi. Anda tertarik bisnis lele? Kenapa tidak segera terjun ke bisnis ini? Apa karena belum tau cara ternak lele? Tepat sekali jika Anda membaca tulisan ini, seputar cara beternak lele dan segala sesuatu yang berhubungan dengan budidaya ikan lele.

Berikut ini adalah beberapa point yang akan dibahas seputar cara ternak lele yang baik dan diharapkan mendapatkan keuntungan dengan harga jual yang bagus dan juga hasil ikan lele yang memiliki kualitas unggul:

  1. Kolam Ternak Lele
  2. Bibit Ternak Lele
  3. Pakan Ternak Lele
  4. Pemijahan Ikan Lele
  5. Penyakit Ternak Lele

Dari sebuah artikel bersumber website kkp.go.id menyebutkan pada tahun 2012 jumlah kebutuhan ikan lele per hari di ibukota Jakarta yang mencapai 80 ton, baru terpenuhi sekitar 62,5% saja atau sekitar 50 ton.

panduan cara beternak lele lengkap

Kebutuhan pasokan ikan lele yang besar tidak hanya di Jakarta saja tentunya, daerah daerah lain juga mempunyai tingkat permintaan yang cukup tinggi khususnya di kota kota besar. Ikan lele biasa di gunakan sebagai menu oleh gerai makanan atau penjual pecel lele, dan juga dijual di outlet outlet ikan segar termasuk di pusat pusat perbelanjaan.

Peluang Bisnis Ternak Lele

Jika tingkat permintaan di Jakarta saja hanya bisa mencukupi separuh saja artinya masih ada separuh lagi yang bisa diusahakan dan inilah peluang untuk masuk dalam bisnis ternak lele. Dan tentu jika membahas bisnis ternak lele adalah pada usaha bubidaya ikan lele.

belajar panduan cara ternak lele

Bagi mereka yang sudah lama menjalani usaha beternak lele mungkin sudah hafal betul seluk beluk dari awal memulai, mempersiapkan segala sesuatu berhubungan dengan ternak lele termasuk beberapa yang disebutkan di atas. Tetapi bagi para peternak lele pemula atau mereka yang baru akan memulai usaha ternak lele tentu harus mempelajari terlebih dahulu semua hal seputar cara beternak lele dan budidaya ikan lele tersebut dengan metode yang benar dan teratur.

Semoga yang dituliskan di halaman ini walaupun tidak sangat detail tapi bisa dijadikan sebagai salah satu bahan pembelajaran cara ternak lele bagi para peternak lele pemula. Dan bagi yang sudah paham betul tentang ternak lele atau ahli-ahlinya semoga dapat memberikan masukan jika bahan bahan yang di sampaikan tentang pembelajaran budidaya ikan lele ini kurang lengkap atau kurang tepat.

Persiapan Kolam Lele

Apa dan bagaimana kolam yang digunakan untuk budidaya ikan lele?
Ada beberapa jenis kolam yang dikenal dan dipergunakan dalam beternak lele, dan menurut jenisnya juga kolam kolam tersebut mendapatkan perlakuan yang berbeda satu dengan lainnya

Beberapa jenis kolam yang dikenal adalah kolam tanah (paling umum digunakan ternak lele), kolam semen, kolam terpal (bisa berupa kolam semen, kolam drum, atau kolam kayu), kolam apung dan keramba (bisa dijumpai di kolam tumpang sari).

Ternak Lele Kolam Tanah

Kolam paling umum yang digunakan peternak ikan lele dari dahulu adalah kolam tanah sebagai tempat budidaya ikan lele mereka. Sampai sekarang cara ini juga masih banyak digunakan para peternak ikan pada umumnya termasuk peternak lele. Di Jawa Tengah dikenal istilah Blumbang yang artinya adalah kolam tanah, atau juga dikenal dengan istilah Balong di Jawa Barat dan juga dikenal dengan nama Empang di Jawa barat dan Jakarta. Kurang lebih yang dirujuk dari jenis kolamnya adalah kolam tanah.

Kolam tanah memerlukan sedikit perlakuan ekstra yaitu dengan mengolah tanah kolam, dari pengeringan kolam, penggemburan, dan pengangkatan tanah lumpur. Untuk lebih lengkap tentang kolam ikan lele jenis kolam tanah dibahas di halaman tersendiri.

Ternak Lele Kolam Semen

Cara beternak lele dengan metode kolam semen kurang lebih mirip dengan kolam tanah, hanya saja bagian dasar kolam dan dindingnya dibuat dengan lapisan semen yang kokoh dan biasanya juga digunakan sebagai sekat dengan kolam lainnya. Kolam jenis ini dibuat untuk menghindari kebocoran dan juga meminimalisir kerusakan. Cara ternak lele saat ini sudah banyak yang menggunakan kolam semen. Pembahasan tentang kolam semen dibahas lebih lanjut di halaman lain.

Ternak Lele Kolam Terpal

Dulu jenis kolam ternak ikan yang dikenal adalah kolam tanah dan kolam semen, ketika para peternak mulai kreatif dan berpikir maju, mereka menemukan ide efesiensi yang bisa mereka terapkan di bidang peternakan ikan. Jenis kolam dengan memanfaatkan lahan sempit dan seadanya, dikenallah istilah dan metode baru yaitu kolam terpal. Jenis kolam ini lebih fleksibel dan bersahabat dan mulai juga diterapkan dalam budidaya ikan termasuk untuk cara ternak lele. Kolam terpal bisa dimanfaatkan untuk kolam semen, drum, dan pancang pancang seperti kayu dan bambu (tergantung kreatifitas). Lebih jauh membahas kolam terpal di halaman tersendiri

Ternak Lele Keramba Apung

Jenis kolam kreatif lainnya selain kolam terpal adalah kolam keramba apung. Sifat dari keramba adalah seperti tumpang sari, keramba biasa dilihat di sungai, danau, atau bahkan laut. Untuk ternak lele, keramba atau jaring apung bisa juga digunakan. Misalkan mempunyai kolam yang isinya bukan ikan lele dan luasnya yang lumayan lebar, ditengahnya bisa diletakan keramba atau jaring apung yang di dalamnya terdapat ikan ikan lele yang dibudidayakan. Lebih lanjut dibahas dihalaman lain.

Jenis jenis kolam untuk budidaya ikan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Apa saja kekurangan dan kelebihannya silahkan baca pada link di bagian masing masing keterangan kolam

Pemilihan Bibit Ternak Lele

Bibit menjadi salah satu perhatian khusus untuk menentukan keberhasilan usaha budidaya ikan lele, terdapat jenis jenis ikan lele populer yang menjadi primadona para peternak lele. Tetapi walaupun banyak terdapat jenis jenis ikan lele unggulan tetap saja harus kembali memilih bibit bibit yang bagus agar kedepannya dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan untung besar dari bisnis budidaya lele. Tidak semua bibit yang dihasilkan jenis unggulan juga unggul semua, tetap harus dipilih pilih lagi dengan beberapa kriteria tertentu.

Ada banyak jenis ikan lele yang umum diternakan, namun saat ini ada empat jenis saja yang yang menjadi primadona para peternak lele di Indonesia yaitu Lele Lokal, Lele Dumbo, Lele Phyton, dan Lele Sangkuriang.

peluang-usaha-ternak-ikan-lele-lokal

Lele Lokal

Pada waktu lalu, lele jenis ini banayk sekali dibudidayakan oleh masyarakat. sebelum dikenal jenis jenis lele lainnya. Ini adalah lele lokal yang memang sudah ada dari jaman dulu dengan karakteristik memiliki patil yang keras dan kaku dan berbisa. Jika melukai ikan lain bisa menyebabkannya mati, jika terkena manusia bisa menimbulkan bengkak dan diiringi demam. Ikan Lele Lokal yang berwarna hitam adalah yang hingga kini masih dibudidayakan walaupun jauh kalah bersaing dengan lele pendatang baru seperti Dumbo dan Sangkuriang.

peluang-usaha-ternak-ikan-lele-dumbo

Lele Dumbo

Ikan lele satu ini termasuk lele impor, hasil persilangan antara lele Taiwan dan lele Afrika, mempunyai body yang gembul dan ukurannya jauh lebih besar dari lele Lokal dan juga pertumbuhannya terhitung sangat cepat. Lele Dumbo menjadi primadona menggantikan lele Lokal dan banyak dikembangkan oleh peternak lele hingga saat ini. Kelebihan utama lele Dumbo pasti dari segi ukurannya dan kecepatan pertumbuhan tubuhnya.

peluang-usaha-ternak-ikan-lele-phyton

Lele Phyton

Ikan lele jenis satu ini mempunyai ciri fisik yang akan belang belang, mungkin itu adalah satu sebab ia dinamai mirip nama ular. Asal usulnya tidak begitu jelas namun awalnya diketahui dikembangkan oleh masyarakat Pandeglang, Banten. Mesti begitu, para peneliti yakin bahwa ikan lele Phyton ini adalah generasi hasil persilangan lele Dumbo dengan lele eks Thailand. Kelebihan jenis lele ini salah satunya adalah cocok dikembangkan di wilayah dengan suhu dingin seperti daerah pegunungan.

peluang-usaha-ternak-ikan-lele-sangkuriang

Lele Sangkuriang

Jika melihat dari namanya pasti kita akan langsung menebak dari mana asal lele ini. Awalnya dikembangkan di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Lele Sangkuriang adalah persilangan dari Lele Dumbo betina dari generasi F2 dengan Lele Dumbo dari generasi F6. Persilangan ini dimaksudkan untuk mengembalikan sifat unggul dari Lele Dumbo seperti generasi awal.

 Pakan Untuk Ternak Lele

Untuk mendapatkan ikan lele yang bisa berkembang dan tumbuh dengan cepat agar bisa lebih cepat panen dan mendapatkan hasil dari ternak lele, maka salah satu faktor penting yang harus diperhatikan adalah PAKAN. Pemberian pakan yang sesuai, pakan yang tepat dan dapat mudah dicerna oleh ikan lele, dan pakan yang mengandung banyak zat protein dan vitamin yang berguna untuk pertumbuhan dan kesehatan ikan.

Saat ini sudah ada banyak pakan jadi yang dijual di toko yang umumnya berupa pelet. Mayoritas peternak lele dan ikan lain menggunakan pakan berupa pelet karena lebih praktis daripada harus membuatnya sendiri. Tetapi dari segi harga terkadang memang terasa agak boros. Selain bisa membuat pakan lele sendiri juga bisa memberikan pakan tambahan dari beberapa bahan seperti keong dan bekicot serta ikan rucah.

Jika ingin membeli pakan di too, tanyakan pada penjualnya apa saja jenis pakan yang cocok dan tanya juga kelebihan serta kekurangannya masing-masing.

Penyakit Ikan Lele

Faktor tertentu bisa menyebabkan usaha budidaya ternak lele menjadi kurang berhasil, misalnya ikan lele tidak tumbuh seperti yang diharapkan. Diserang oleh berbagai penyakit sehingga menghambat pertumbuhan dan kemungkinan terburuknya ikan lele ternak tersebut mati.

Hal seperti ini pastinya akan membawakan kerugian kepada peternak lele yang sudah dengan susah payah bekerja keras untuk membudidayakan lele tersebut. Oleh karenanya maka perlu mewaspadai berbagai jenis penyakit atau hal-hal yang terjadi pada ikan lele tersebut.

Apa saja jenis penyakit yang bisa menyerang atau terjadi pada ikan lele?