Trin Irmaya seorang dokter gigi yang menjadikan tas sebagai bagian dari hidup dan inspirasinya. Tak heran kalau Trin Irmaya memutuskan untuk tidak lagi menjalankan praktek sebagai dokter gigi karena ingin fokus dalam mengembangkan usaha tas etnik dan mengurus anak-anaknya.

Tas melambangkan banyak hal termasuk ketelitian, kreativitas, hingga sejarah pembuatnya. Dengan bekal kecintaan pada tas-tas koleksinya itulah kemudian Trin nekad menjadikan tas sebagai sumber peluang usaha yang menguntungkan. Awalnya, Trin adalah seorang pecinta tas-tas impor branded dan hobi mengoleksi tas-tas bermerek dan sangat anti membeli barang KW alias tiruan.

INTERMEZZO : Devi Tamarini, Jadi Jutawan Dari Tas Etnik Kain Bekas

Satu saat TRin melihat tas-tas tenun di sebuah media sosial dan tertarik untuk membelinya. “Tapi saya sering tidak puas dengan jahitannya atau beberapa bagian yang kurang rapi. Dari situlah ia terinspirasi untuk membuat tas serupa dengan desain pilihannya sendiri. Pada awalnya saya pesan ke tukang, saya pakai ternyata banyak teman saya suka dan pesan ke saya”.

Usaha seperti ini sampai 1,5 tahun dijalani olehnya. Bisnis yang dijalankan secara tak sengaja ini kini terus berlanjut, walau pada awalnya dikerjakan karena hobi. Trin kebetulan punya banyak waktu luang setelah memutuskan tidak lagi berpraktik sebagai dokter karena ingin fokus mengurus anak-anak. Oleh karena itu, merintis usaha sendiri di rumah menurutnya menjadi salah satu pilihan yang baik sebagai kesibukan barunya.

Trin mulai merekrut tenaga kerja, sementara desain ia buat sendiri untuk memastikan setiap karyanya adalah masterpiece. Semua tas diproduksi di workshop kecilnya di Komplek Pertamina Rawamangun, Jakarta Timur.

INTERMEZZO : Peluang Usaha Kreatif Tas Etnik Tas Handmade

Untuk mengemabngkan tas karyanya, Trin mulai rajin berburu kain-kain etnik mulai dari batik, tenun, songket, hingga kain khas Kalimantan. Tas etnik produksinya tidak dibuat secara massal jadi setiap karya yang dijual adalah masterpiece.

Ibu empat anak itu fokus untuk memastikan kualitas produknya berupa tas buatan tangan yang dibuat dari bahan-bahan pilihan khas Indonesia di antaranya tenun Bali, songket NTT, lagosi dari Sulawesi Selatan, dan batik dari Jawa Tengah. Sementara kulit yang digunakan juga standar kulit asli kualitas terbaik.

Sumber : Okenews

Dapatkan inspirasi seputar peluang usaha, seperti usaha tas etnik yang dibahas di halaman ini. Kunjungi selalu blog Wetoostudio untuk mendapakan update seputar ide-ide usaha terbaru.