Kuliner telur asin yang paling terkenal adalah buatan Brebes, Jawa Tengah. Namun, sepertinya telur asin itu sudah biasa. Pernah mencicipi telur asin burung blekok? Jangan salah, ini bukan telur yang dihasilkan oleh burung blekok yang biasa ditemukan di sawah-sawah dan lahan basah. Telur asin blekok ini diproduksi oleh warga di Kampung Wisata Blekok, tepatnya di RW 2 Kampung Rancabayawak, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.

Baru sebulan berproduksi, telur asin blekok sudah menarik perhatian. “Telur asin blekok ini tidak keras, kalau dari Brebes keras,”.

Camat Gedebage, Bambang Sukardi, juga mengakui jika rasa telur asin blekok berbeda dengan telur asin yang ada kebanyakan. Rasanya lebih enak, dan mungkin perbedaan rasa itu karena kualitas telur bebek yang juga diproduksi di Kampung Blekok tersebut. Menurut Nana, bebek di kampungnya diliarkan seperti ayam kampung. Hal itu diyakini mempengaruhi rasa dan kualitas telur yang dihasilkan. Dalam proses pembuatan, telur asin blekok tidak jauh berbeda dengan telur asin lainnya.

Telur bebek mentah dibersihkan lalu digosok menggunakan amplas. Penggosokan dimaksudkan agar pori-pori pada cangkang terbuka sehingga memudahkan penyerapan garam saat direndam. Telur kemudian dimasukkan ke dalam baskom yang telah berisi campuran garam kasar dan abu gosok. Telor dilapisi dengan campuran tersebut. Jika menginginkan kuning telurnya seperti madu, maka penyimpanannya sebaiknya sampai 20 hari. Jika menginginkan kuning telur hanya kuning biasa, maka cukup 15 hari disimpan. Begitu penyimpanan selesai, maka telur dibersihkan dan direbus selama 8 jam.
Sumber : Pikiran Rakyat

‎Seorang perajin telur asin blekok mengatakan, saat ini distribusi telur asin blekok baru di sekitar Gedebage. Dengan produksi sekitar 300 butir seminggu, ibu-ibu yang memproduksi secara bersama-sama dan menjualnya ke kantor-kantor kelurahan dan sekitar sekolah.

‎Telur asin blekok bisa bertahan satu bulan jika direbus selama 8 jam. Untuk satu telur asin ukuran yang kecil dijual Rp 3.000, sementara ukuran yang besar Rp 4.000. Warga Kampung Blekok memang sengaja mulai mencari sumber pendapatan baru sebagai antisipasi kalau-kalau sawah di sekitar mereka benar akan dibetonkan sebagai bagian dalam proyek Bandung Teknopolis. Dan produksi telur asin blekok menjadi peluang usaha yang mulai digeluti warga di wilayah ini.

Jika Bandung Teknopolis direalisasikan, maka warga kampung mereka sudah siap dikembangkan sebagai kampung wisata. Paling tidak dalam wisata kuliner, mereka sudah punya makanan khas kampung yang makin langka.