Usaha beternak kambing sudah sangat umum saat ini, bukan cuma di pelosok desa tetapi juga sudah banyak di lakukan oleh mereka yang tinggal di sudut-sudut kota. Tidaklah begitu sulit untuk menemukan peternak yang memiliki bidang usaha beternak kambing pedaging. Akan tetapi jika yang dicari peternak kambing perah maka sedikit sulit untuk menemukannya.

Hal inilah yang dilakukan oleh Sujono, seorang peternak yang memutuskan beternak kambing perah di kawasan Jalan Jamin Ginting, Km 8,5 tepatnya di kaw Jalan Penerbangan, Padang Bulan, Medan, Sumatra Utara yang telah sekitar 10 tahun lamanya ia sudah berkecimpung di bidang peternakan dalam memproduksi susu kambing. Peternakan kambing perah ini merupakan bidang usaha yang sangat berprospek cerah untuk dilakukan.

Di samping jumlah permintaannya yang saat ini mulai booming, pelaku usaha kambing perah juga masih sangat sedikit atau langka. Untuk peternakan kambing, masih lebih banyak yang ternaknya diperuntukkan sebagai jenis pedaging ketimbang kambing penghasil susu. Sehingga, peternakan susu kambing ini sangat menjanjikan untuk dilakukan.

manfaat susu kambing untuk kesehatan

Sampai sekarang menurut Sujono, pengembangan kambing untuk diambil hasil susunya masih belum dipahami para peternak kambing. Di lain sisi, memang promosi dalam mengkonsumsi susu kambing juga masih kurang, ditambah juga dengan pemahaman masyarakat tentang khasiat dan kegunaan susu kambing yang juga masih kurang.

Masih sedikit jumlah peternaknya. Sehingga cukup potensial jika peternakan ini dilakukan. Menurut Sujono dari sisi harga susu kambing tergolong cukup lumayan. Untuk setiap satu liternya, susu kambing dia menjualnya seharga Rp 30.000.

Sujono mengakui, dalam satu hari kambing-kambingnya memproduksi antara 20 hingga 30 liter susu, dan dihasilkan dari 35 ekor kambing perah produktif yang dimilikinya. Dari jumlah susu yang dihasilkan itu, sebanyak 15 liter di antaranya untuk dijual kepada konsumen sementara sisanya digunakan untuk dikonsumsi bagi anakan kambingnya.

Jika dihitung dengan jumlah 15 liter perhari maka Sujono dalam sebulan mampu menghasilkan kurang lebih sebanyak 450 liter susu kambing. Bila dari masing-masing susu per liter dihargai sekitar Rp 30.000 maka setiap bulan, Sujono mampu meraup omzet berkisar Rp 13.500.000.

Jadi jika dilakukan, beternak kambing perah sebetulnya mampu menopang perekonomian bagi masyarakat. Selain juga manfaat kesehatan yang bisa dirasakan banyak orang dari mengkonsumsi susu kambing.

Karena itu, Sujono menyarankan dengan beternak kambing perah merupakan salah satu solusi alternatif yang bisa diandalkan untuk memberantas pengangguran. Sebab, untuk memulai bidang usahanya tidaklah begitu membutuhkan modal yang besar.

Kambing-kambing Sujono merupakan varietas dari kambing PE (peranakan etawa). Kambing tersebut dihasilkan dari perkawinan silang antara kambing etawa serta kambing Jawa.

Namun Sujono mengatakan kambing-kambingnya itu secara bentuk fisik 70% nya adalah kambing etawa sementara 30% lagi merupakan kambing jawa. Etawa maupun Peranakan Etawa juga dikenal sebagai penghasil susu yang baik.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/?id=191898#.VsBgMEBlPIU