Untuk Anda yang membutuhkan inspirasi usaha , inilah salah satu kisah sukses pengusaha bakso bernama Abdul Rahman Tukiman atau akrab disebut Cak Man. Bagi Anda yang sedang berjuang dalam usaha bisnis bakso atau berjualan bakso… baca kisah perjalanan usaha bakso Cak Man berikut ini.

Bakso kota Cak Man meraih rekor dari Museum Rekor Indonesia MURI pada Juni 2007. Pria bernama Abdul Rahman Tukiman dulunya adalah seorang bocah gunung yang satu ini masa kecilnya dijalani dengan kemiskinan. Saat kecil beliau tinggal di sebuah kampung kecil (dusun) di desa bernama Sumurup, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Jawa timur.

bakso kota cak man

Desa tersebut memang secara ekonomi kurang maju dan salah satunya karena letaknya yang cukup terpencil juga kondisi alam sekitarnya yang berbukit batu dan gersang sehingga kurang menguntungkan bagi pertanian. Namun ditengah serba tidak menyenangkan tersebut, menumbuhkan jiwa tangguh, tahan menderita, tidak mudah mengeluh dan tidak pernah mau menyerah dalam diri seoarang anak yang bernama Abdul Rahman Tukiman.

Cak Man lahir 4 April 1961 dari pasangan Bapak Saimun dan Ibu Paijem ini, sebagai anak dari keluarga miskin tentu saja kehidupan masa kecilnya cukup berat. Orang tuanya memang memiliki sawah ladang yang cukup luas namun sejak usia 9 tahun ia sudah menjadi anak yatim dan sawah ladang yang luas itu terbengkalai karena tidak ada yang mengelola. Sementara, kakak, adik dan ibunya masih tetap harus makan dan bertumpu pada hasil sawah ladang tersebut.

Untuk tetap bertahan menyambung hidup terpaksa kemudian sedikit demi sedikit, petak demi petak sawah telah habis digadaikan. Dan yang terjadi kemudian kehidupan keluarga ini menjadi semakin tidak menentu dan semakin terpuruk dari waktu ke waktu.

Kesulitan hidup seperti ini sudah menjadi hal biasa bagi orang=orang di sebuah wilayah seperti tempat tinggal Cak Man. Dan hal ini merupakan tempaan mental dan jiwa yang kuat, dan juga menjadi motivasi untuk dapat merubah . Seiring usianya beranjak remaja, ia berbekal tekad yang kuat untuk keluar dari kemiskinan dengan meninggalkan desa tercinta untuk mengadu nasib di kota.

Waktu itu ia belum tahu mau pergi ke kota mana, uang saku yang dikumpulkan juga masih belum cukup. Dalam kondisi yang hampir putus asa tersebut, nasib baik pun datang. Tiba-tiba ada seorang pengusaha Bakso bernama Bapak Sumaji tengah mencari tenaga kerja untuk diajak bekerja di kota Malang. Mendengar itu Cak Man tanpa pikir panjang lantas menyambut tawaran tersebut.

Membantu Berdagang Bakso

Meski terasa berat untuk meninggalkan Ibu dan keluarganya, Cak Man tetap mantap untuk bekerja di Kota. Pertama menginjakkan kaki di Malang. Mulai dari membantu memasak bakso, mencuci peralatan masak, menyiapkan bakso di gerobak-bakso dan lain lain.

INTERMEZZO : Tips Sukses Memulai Usaha Bakso

Namun lama-lama pekerjaan tersebut terasa membosankannya, akhirnya ia pun berniat untuk ikut berjualan bakso keliling. Cak Man kemudian memulai berkeliling menjual bakso pada tahun 1980. Tidak diduga, hasil jualan baksonya ternyata laris manis. Dan sejak saat itu kemudian berjualan bakso, menjadi hari-hari yang terasa indah baginya karena pendapatannya melebihi apa yang didapatkan ketika masih berada di desa.

bakso cak man kisah sukses

Setelah melewati masa-masa susah dan senang berjualan bakso ditambah pengalaman ikut bersama 3 juragan, terpikir oleh Cak Man untuk memulai berjualan sendiri. Karena jika dihitung-hitung ternyata berjualan bakso sendiri jauh sangat menguntungkan. Namun untuk segera memulai semuanya ia masih terbentur modal. Waktu itu Cak Man tidak memiliki uang modal usaha. Baru pada 1984, bermodalkan hasil tabungannya selama 2 tahun sebesar Rp 77 ribu, Cak Man memberanikan diri membuka warung bakso.

Berbekal pengalaman bekerja pada 3 juragan bakso yang pernah dijalaninya, dari ketiganya yang masing-masing memiliki jurus andalan, tentunya ia juga bisa juga memiliki jurus ampuh yang merupakan penggabungan dari ketiganya.

INTERMEZZO : Bakso Bakwan – Bakso Khas Dari Kota Malang

Setelah melalui banyak rintangan suka dan duka usaha berjualan bakso, dengan kerja keras dan keuletannya akhirnya usahanya membuahkan hasil. Warung baksonya kemudian setiap hari dibanjiri pelanggan. Tidak cukup disitu saja ia berjualan, mulailah ia membuka cabang-cabang untuk usaha baksonya. Kesuksesan lambat laun diraihnya Cak Man. Sampai akhirnya ia membuka waralaba kemitraan untuk usaha baksonya pada Februari 2007 dengan mendirikan PT Kota Jaya, untuk mengurusi manajemen usaha baksonya agar lebih modern.

Kini setelah 23 tahun usaha bakso berjalan, ia telah memiliki setidaknya 57 buah gerai dan mampu menyerap ratusan tenaga kerja. Dengan asumsi mampu mempekerjakan 16 karyawan pada setiap gerainya (di luar pemilik gerai), maka dengan 60 gerai yang ada saat ini, Cak Man mampu menampung jumlah tenaga kerja sebanyak : 57 x 16 = 960 orang.

Kesuksesan bakso usahanya tersebut telah menempatkan Cak Man dengan Bakso Kotanya sebagai pedagang bakso-malang papan atas yang memiliki gerai terbanyak. Sukses, mempunyai rumah bagus dan mobil bagus, serta memberikan lapangan kerja kepada banyak orang.

Cak Man memiliki visi kedepan yang sangat kuat dan berkeyakinan bahwa setiap orang harus punya cita-cita dan untuk bisa menggapai cita maka harus berusaha yang sungguh-sungguh dibarengi dengan kemauan belajar kepada siapapun.

sumber : Facebook

Dapatkan ide-ide peluang usaha kuliner lainnya, hanya di blog Wetoostudio.Com, dan ada banyak jenis peluang usaha lainnya yang mungkin cocok dengan Anda.