Kandang kambing pada umumnya selalu identik bau pesing dan juga kotor. Tetapi tidak dengan kandang kambing Pak Handri Israwan di Jalan Abdul Ghonaim, Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Malang. Kandang kambing tersebut yang menampung lebih dari 100 ekor kambing terlihat bersih. Tidak tercium bau pesing di area seluas 700 meter persegi milik ketua Legiun Veterang Republik Indonesia (LVRI) Kota Batu Handri Israwan yang digunakan sebagai kandang beternak kambing Etawa.

Setiap hari kandang kambing bersihkan, dan itulah aktivitas itulah yang dilakoni Handri Israwan setaip pagi rajin membersihkan kandang kambing miliknya yang terletak di belakang rumah. Setelah itu baru pergi ke ladang untuk mencari rumput pakan untuk kambing-kambingnya. Uniknya lagi setiap dua minggu sekali, pak Handri juga memandikan kambing-kambing peliharaannya.

Pak Handri telah menjalankan usaha beternak kambing etawa sejak tahun 2011. Kegiatan itu dia pilih setelah pensiun dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) pada tahun 2004. Dunia yang diterjuni saat ini tentu sangat jauh sekali dengan yang pernah dialami pak Handri saat masih menjadi pejuang. Saat menjadi pejuang, Handri selalu menenteng senjata api, namun sekarang membawa sabit untuk mencari rumput pakan kambing.

pakan konsentrat kambing

Mulanya, pak Handri menjadi tentara hanya karena ingin terlihat gagah. Dia tidak mempedulikan jabatan maupun pendidikan di militer. Resmi menjadi tentara pada tahun 1974, setelah melewati berbagai proses seleksi. Begitu resmi menjadi tentara, dikirim oleh Batalyon Infranteri 512 Malang ke Timor Timur untuk mengikuti operasi seroja pada bulan Oktober 1975. Tujuannya untuk membebaskan Timor-Timur dari jajahan negara Portugis.

Pada Bulan Juli 1976 dia dipulangkan kembali ke markas Batalyon Infranteri 512 Malang dan masih aktif bertugas hingga tahun 2004. Pada tahun 1988 sudah tergabung di LVRI, sebab jasa-jasanya saat operasi seroja.

Selama mengabdi sebagai tentara, sebenarnya pak Handri juga sudah beternak kambing. Saat itu, beternak domba juga menjadi petani bawang merah dan putih, serta apel. Kegiatan dilakukan sepulang dari tugas. Dulu kalau pulang, mampir dulu cari rumput di kawasan yang sekarang menjadi menjadi Malang Town Square.

Pak Handri tercatat telah dua kali memimpin LVRI Kota Batu. Yakni, pada periode 2010 – 2015, serta 2015 – 2020. Saat memimpin LVRI Kota Batu ada beberapa keberhasilan seperti adanya insentif untuk anggota dan janda veteran, kendaraan untuk LVRI, hingga pembangunan gedung LVRI serta rencana pembangunan rumah untuk veteran yang tidak mempunyai rumah dari Pemkot Batu. Tujuan semua itu untuk mensejahterakan para veteran pejuang.

Saat ini pak Handri punya sekitar 100 ekor kambing yang dipelihara. Dia tidak hanya cari rumput, memandikan, tapi juga sering memerah susu kambing etawa.

Awalnya hanya membeli dua ekor kambing etawa anakan seharga Rp 500 ribu dan berkembang menjadi 11 ekor. Dalam perjalannya pak Handri meminjam uang ke bank untuk mengembangkan kandang dan kambing menjadi 100.

Selain menjual anakan dan indukan etawa, Handri juga memerah kambing etawa. Hasilnya digunakan untuk opeasional sehari-harinya karena memiliki dua orang pekerja. Ke depan, dia akan terus mengembangkan peternakan kambing etawa. Menurutnya pak Handri prospeknya sangat bagus. Tidak hanya dari harga jual kambingnya, tapi juga dari susu kambing etawa. Selain itu juga dapat menampung banyak tenaga kerja

Sumber : http://radarmalang.co.id/handri-israwan-komandani-pensiunan-pejuang-yang-juga-peternak-kambing-etawa-29630.htm